Menggonggsong Kopi

“Sama-Sama Pahit, Sama-Sama Menenangkan”

Paragraf di atas adalah sebagian dari puisi milik Kiki Febriyanti yang berjudul ‘Kopi dan Kamu’. Saya tak pernah bertemu dengannya secara langsung. Saya mengenalnya hanya lewat puisi yang ia tulis dan dari kawan-kawan bermainnya. Saya jatuh cinta pada puisi Kopi dan Kamu tersebut. Puisi itu saya temukan di antologi puisi “Periculum in Mora”. Antologi puisi yang tak bisa dijumpai di toko buku terkenal, sebab hanya diproduksi sedikit, distribusinya pun terbatas. Terbatas hanya di seputaran mahasiswa Sastra Univ.Jember, komunitas dan beberapa kawan-kawan pegiat seni di Jember.

Continue reading

Seven Pounds

Pengalaman adalah guru yang paling baik. Saya percaya dengan hal tersebut. Pengalaman tak melulu soal perjalanan, petualangan atau bahkan bertegur sapa dengan orang-orang yang belum pernah ditemui sebelumnya. Hal remeh temeh pun bisa jadi suatu pengalaman. Setidaknya itu yang saya percayai. Buku, Internet dan juga Film bisa jadi guru terbaik. Saya sudah hampir 4 bulan tak menonton film secara utuh. Ada bosan menyergap saya ketika menonton film di masa-masa itu. Mungkin banyaknya permasalahan yang sedang saya hadapi menuntut saya untuk tak menonton film. Alhasil saya kurang apdet film-film bagus. Untungnya setelah gelap pasti datang terang. Saya merasa ingin kembali merasakan letupan-letupan emosi ketika menonton film. Dan Seven Pounds menjadi pilihannya.

Continue reading