Unthinkable

“Apa yang kan anda lakukan, jika dihadapkan pada pilihan berikut: Membunuh Ibu dan dua anaknya demi menyelamatkan nyawa ribuan orang, atau menyelamatkan Ibu dan dua anaknya dengan mengorbankan nyawa ribuan orang? Mana yang akan anda lakukan? Ini bukan soal ujian di mana jika benar anda akan mendapatkan nilai 3 dan -1 jika salah. Ini soal nyawa. Dan nyawa itu nyata. Lalu jika anda dimasukkan dalam situasi sebagai seorang pengadil. Mana yang lebih manusiawi? Mana yang Benar? Mana yang Salah?”

Friksi di atas merupakan film Unthinkable. Film tentang terrorisme yang sedang marak di Amerika Serikat akibat adanya perang di Timur Tengah. Steven Arthur Younger, adalah tentara perang AS, seorang spesialisasi pembuat bom. Pasca diterjunkan ke daerah-daerah konflik di Timur Tengah, si Tokoh mengalami pergulatan emosi yang merubah pendiriannya secara 360o. Dari seorang yang bangga membawa nama bangsanya demi mendapatkan kebenaran dengan perintah/instruksi atasannya, ia berubah sebagai seorang yang mencari kebenaran dengan caranya sendiri tanpa ada satupun yang memerintahnya.

Continue reading

What’s On Man’s Mind?

DalemPikiranGue

Nih gambar ane repro dikit. Aslinya uda pernah di-publish-kan ke artikel yang ini; https://kamarmuntah.wordpress.com/2013/09/21/histeris/. Awalnya ane ingin bikin kaos dengan logo ini, tapi kok kayaknya uda banyak yang punyak, walau ane sendiri jarang ngeliat orang pake nih gambar di kaosnya. Lain ceritanya kalo ada donatur berbaik hati menyumbang ke ane untuk bikin nih kaos, langsung naik sablon dah besok. Eh!

Continue reading

PLASTIK

Ini bukan cerita soal band lawas yang digawangi Didit Saad ama Ipank. Ini beneran soal penemuan mahadahsyat manusia dalam sejarahnya. Ini adalah Plastik.

Awalnya saya tak tahu menahu soal plastik. Tahunya saya, plastik itu murah, bermanfaat dan banyak digunakan oleh semua manusia. Plastik yang saya tahu yah bermerk Tu**erware. Dulu saya dibesarkan dengan merk plastik itu. Saat bersekolah saya tak pernah lepas dari botol minuman lengkap dengan kotak nasi plastik (tentu saja yang saya makan isinya). Untungnya barang-barang plastik tersebut tak melekat pada saya saat bersekolah lanjut. Gengsi donk tentunya.

Continue reading