What’s On Man’s Mind?

DalemPikiranGue

Nih gambar ane repro dikit. Aslinya uda pernah di-publish-kan ke artikel yang ini; https://kamarmuntah.wordpress.com/2013/09/21/histeris/. Awalnya ane ingin bikin kaos dengan logo ini, tapi kok kayaknya uda banyak yang punyak, walau ane sendiri jarang ngeliat orang pake nih gambar di kaosnya. Lain ceritanya kalo ada donatur berbaik hati menyumbang ke ane untuk bikin nih kaos, langsung naik sablon dah besok. Eh!

Okeh, di tulisan ane yang histeris, ane pernah ngomongin dikit soal asal-usul nih gambar. Ane sebenarnya bingung. Bisa-bisanya si Sigmund Freud gambar dan menjustifikasi pikiran lelaki isinya cewek melulu. Bukan dengan pakaian, melainkan telanjang bulat-bulat. Barangkali karena ane tak baca Freud secara tuntas kali yah. Dan kalo ane tanya ke temen-temen saat sedang pesta dan terlampau tipsy, rerata mereka pada membayangkan cewek idamannya masing-masing. Artinya dalam setiap pikiran teman-teman ane, ternyata uda ada proporsi cewek idaman.

Dan memang, rata-rata teman lelaki ane itu punya banyak file-file biru alias bokep. Baik majalah dan tentunya video (kebanyakan formatnya 3gp biar update dan mendapatkannya mudah). Itu tadi cerita teman-teman main ane di kampung halaman, kalau kawan-kawan kuliah ane (eh, lebih tepatnya kawan-kawan yang dibesarkan dengan jalur organisasi kampus, jadi bukan dibesarkan dalam ruang-ruang kuliah yang kaku nan membosankan), mereka tak berani ane tanyai. Melihat tingkah polah kehidupan mereka secara singkat saja, sepertinya mereka juga mempunyai proporsi tubuh perempuan idamannya tersimpan dalam kepalanya. Eh!

Okeh, ane gak bermaksud menjustifikasi bahwa pikiran lelaki hanya berisi hal dengan gambar di atas tadi. Namun metode si Sigmund Freud dalam menganalisis patutlah diacungi jempol. Semacam Like dalam jejaring sosial gitu. Bapak ini dianggap salah satu The Highest Motivator of Human Being’s dengan; sex’s is the main force bagi lelaki dan perempuan dalam menjalani hidup. Nah loh. Anehnya dalam salah satu diskusi, ane dapat; pikiran perempuan kebanyakan tergambar barang-barang belanja’an yang diidamkan. Bukan malah gambar lelaki telanjang! (Ini kudu didebatkan)

Menariknya, pikiran manusia dibentuk oleh lingkungan sekitarnya. Artinya pikiran-pikiran ‘tertentu’ bisa saja dimasukkan secara paksa ke dalam otak seseorang agar terlekat erat hebat. Pernah denger teori tabula rasa donk. Bahwa bayi itu lahir ibarat sebuah kertas putih bersih (muslim mengganggapnya tak punya dosa, suci, murni gitu deh), dan tentunya yang pertama mengisi kertas itu adalah orang tua yang membesarkannya. Ane juga demikian adanya. Mungkin ini bisa jadi salah satu literatur eloh; http://www.behance.net/gallery/tabula-rasa/7475421, jangan cuman dilihat gambarnya saja yah, baca artikelnya, kalo perlu cari teori dari orang-orang yang disebut dalam situs tersebut.

Kembali ke gambar di awal tulisan ini. Ane masih gemes banget ma si Freud. Tuh orang kok bisa pinter gitu yah, emang ia sunatnya dimana? Pake laser atau malah manggil mantri/dukun sunat? Entahlah!

Nih gambar kedua yang ane comot di situs; http://formyhelp.blogspot.com/2007/11/whats-on-mans-mind.html.

What's in man's mind

Apa kalau ane coba utak-atik gatuk, mungkin gak kalo lelaki itu suka dengan sesuatu yang detail dan fokus pada satu hal. Satu hal itu didaptkan dari bermacam-macam atau gabungan banyak hal, sehingga membentuk gambaran utuh. Gambaran utuh yang sempurna di masing-masing kepala seorang lelaki. Sedangkan perempuan membentuk gambaran-gambaran banyak yang tak bisa disatukan, karena terlampau banyaknya. Misalkan; Ketika pergi berbelanja, lelaki cenderung membeli barang yang sudah dipikirkan terlebih dahulu, dan ketika sudah mendaptkannya, langsung selesai. Sedangkan perempuan barangkali kebalikannya. Mereka senang melihat-lihat barang yang menarik dipandang dengan sudut pikiran personal, dan akhirnya barang-barang yang didapatkan ketika berbelanja bisa sangat banyak. Ah! nih asumsi tolong jangan diperdebatkan yah, karena namanya juga asumsi.

Baiklah, mungkin ane akan mengakui bahwa banyak hal dalam pikiran ini sebagian adalah gambar di atas. Dan ane bersyukur karena masih bisa menggambarkan secara utuh (tentu dengan imajinasi ane pribadi) di kepala. Mungkin juga ane beruntung karena mampu menggambarkan hal yang nyata di dalam kepala. Lagipula ane kesusahan menggambarkan Tuhan di dalam kepala ane. Apalagi memakainya untuk memotivasi hidup. Uh! Susah men.
Oiya, sebagai tambahan untuk catatan gak jelas ini, kata ganti aku dalam tulisan ini memakai kata ‘ane’, hal ini disebabkan karena jam 6 pagi ini pas momen Sholat Idul Adha, kiranya ane ingin ngerasain jadi muslim juga minimal dengan memakai kata ane. Eh!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s