#5BukuDalamHidupku AKU!

“Bukan maksudku mau berbagi nasib/Nasib adalah kesunyian masing-masing”

Pernah denger penggalan kalimat di atas? Kalimat tersebut diucapkan Rangga dan Cinta dengan bebarengan, dimana Cinta pertama kali tak ribut-ribut saat bertemu Rangga. Kalimat utuhnya: “Saat Chairil berjalan di atas pasir, dan ia ngerasa ada sosok Ida disampingnya, truz ia ngomong sendiri; Bukan maksudku mau berbagi nasib/nasib adalah kesunyian masing-masing”. Fak! betapa sosok Nicholas Saputra dan Dian sastro begitu mempesonaku. Film yang diproduksi oleh Miles Production karya Rudi Soejarwo, release tahun 2002. Film yang mampu menghidupkan kembali Industri perfilman dalam negeri. Yah jelas aja sukses. Sebab tema yang ditampilkan tak jauh-jauh dari Cinta, ABG serta diisi oleh aktor dan aktris cantik yang belum terlalu terkenal. Alhasil Film ini tak pernah bosan untuk ditonton berulang-ulang. Yah! Film; Ada Apa Dengan Cinta.

Film yang sebenarnya menampilkan sosok ideal seorang cewek dan cowok. Liat tuh Cinta: Pintar, Cantik, dikelilingi sahabat-sahabat cantik, memegang jabatan penting di organisasi siswa. Liat tuh Rangga; Sosok cowok kalem, hobby baca buku, berparas ganteng. Ah! Betapa miripnya aku dengan Rangga. Sejak film ini keluar sosok keduanya menjadi idola. Idola kaum muda. Ibu-ibu hamil pun tak ketinggalan. Tak ketinggalan untuk mengharap anaknya kelak mirip Rangga jika lelaki, dan Cinta jika perempuan. Film ini mampu mendobrak kelesuan Industri Perfilman kala itu. Dengan segmen penonton ABG atau kaum muda, film ini mampu mencapai puncak penonton terbanyak kala itu. Yah! Aku termasuk salah satu penontonnya.

Di film ini Rangga (Nicholas Saputra; Bentuk lain dari diriku) hobbynya membaca. Tak mau berkumpul dengan teman-teman sebayanya. Teman satu-satunya disekolahan cuman tukang cleaning service. Sampai akhirnya Cinta (Dian Sastrowardoyo) menjadi teman terbaiknya. Buku yang selalu ditenteng-tenteng, dibaca dan membuat penasaran si-Cinta berjudul; AKU! Buku karya SjumanDjaya. Sebuah skenario yang ditulis untuk dijadikan bahan membuat film. Tapi bukan film ini; Film Ada Apa Dengan Cinta. Buku yang memuat Perjalanan Hidup dan beberapa puisi Chairil Anwar. Penyair Binatang Jalang!

Aku-Sjumandjaya

Aku tertarik memburu buku tersebut. Toko buku-buku besar kusinggahi untuk mencari buku tersebut. Sayangnya tak ada satupun toko yang menjualnya. Untungnya di toko buku loak jalan semarang, Surabaya aku mendapatkannya. Sebenarnya ada dua buku dengan cover muka Chairil Anwar. Yang satu berjudul AKU, yang satu lagi berisi karya-karya puisinya. Aku berhasil mendapatkan buku yang berjudul Aku. Buku ini berkesan. Berkesan karena susah sekali mendapatkannya. Buku pertamaku mengenal puisi. Puisi yang benar puisi. Buku yang ternyata sangat diburu. Kuketahui dari penjual buku tersebut. Penjualnya bilang pasca meledaknya film AADC, buku ini laris. Laris untuk dicari. Yah, walau laris dan susah dicari, begituku dapatkan, kutawar semurah mungkin.

Seekor kuda paling binal, berbulu putih dan rambut kuduk tergerai berlari di pusat kota, Jakarta!
Tidak peduli pada yang ada, sekelilingnya, juga tidak pada manusia. Dia meringkik alangkah dahsyatnya, menapak dan menyepak alangkah merdekanya. Dunia ini, seolah cuma menjadi miliknya! dan sekaligus seolah dia bicara :
Kalau sampai waktuku
kumau tak seorang kan merayu
tidak juga kau
tak perlu sedu sedan itu
aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang

Gaung suara ini membelah langit membelah bumi.

Buku ini hampir mirip sebuah buku biografi. Biografi Chairil Anwar. Penulisannya tak terlampau kaku. Dibuat berjalan. Berjalan seperti layaknya adegan-adegan dalam sebuah film. Sjuman Djaya menuliskan Chairil sebagai tokoh sentral dalam buku ini. Sosok yang menjadi penting untuk ditelusuri lebih lanjut karya-karyanya. Mengapa Chairil yang diangkat? Sjuman adalah salah satu orang yang percaya bahwa karya sastra dapat mengubah hidup manusia. Beberapa karya sastra pernah diangkatnya menjadi sebuah Film. sjuman Djaya juga pernah menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta. Otomatis dengan posisinya ini beliau mengangkat para seniman untuk diketahui oleh masyarakat luas. Karya yang paling terkenal yang pernah dibuat oleh Sjuman Djaya; Yang Muda Yang Bercinta; dengan WS Rendra sebagai pemain lelaki utamanya. Oh tentang siapa itu Sjuman Djaya silahkan cari sendiri yah. Via search engine kan bisa! hehe.

Sayang! Sampai sekarang produser perfilman Indonesia tak mengangkat Buku Sjuman Djaya ini menjadi sebuah Film. Rudi Soejarwo sukses mengangkat Film AADC untuk mendobrak kelesuan perfilman Indonesia. Kaum-kaum muda pasca film AADC sedikit berubah menjadi lebih baik. Yah! ini hanya asumsi saja. Pasca film AADC bermunculan film-film yang tak kalah meledaknya. Salah satunya GIE. Juga masih mengangkat Nicholas Saputra sebagai tokoh utamanya. Film yang juga memperlihatkan bacaan-bacaan penting. Penting, karena buku-buku yang ditampilkan dalam film tersebut susah sekali dicari. Orang-orang seperti Rudi Soejarwo, Sjuman Djaya, Riri Riza, Mira Lesmana, dll adalah orang yang dibutuhkan. Dibutuhkan untuk menjadikan film sebagai media belajar. Belajar untuk membaca. Membaca buku. Yah! Membaca. Masyarakat Indonesia lebih senang menonton daripada membaca buku. Nah kalo tontonan itu bisa menjadikan pemicu masyarakat untuk membaca lebih sering, tentu ini adalah kemajuan besar. “Suatu masyarakat paling primitif pun, misalnya di jantung Afrika sana, tak pernah duduk di bangku sekolah, tak pernah melihat kitab dalam hidupnya, tak kenal baca-tulis, masih dapat mencintai sastra, walau sastra lisan. (kata Magda Peters, 233, Buku Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer).

Tentang penggalan syair di paragraf pembuka, berikut adalah puisi utuhnya:

Pemberian Tahu

Bukan maksudku mau berbagi nasib,
nasib adalah kesunyian masing-masing.
Kupilih kau dari yang banyak, tapi
sebentar kita sudah dalam sepi lagi terjaring.
Aku pernah ingin benar padamu,
Di malam raya, menjadi kanak-kanak kembali,

Kita berpeluk ciuman tidak jemu,
Rasa tak sanggup kau kulepaskan,
Jangan satukan hidupmu dengan hidupku,
Aku memang tidak bisa lama bersama
Ini juga kutulis di kapal, di laut tidak bernama!

1946

Advertisements

12 thoughts on “#5BukuDalamHidupku AKU!

  1. Beneran, saya baru paham puisi sekarang, gara-gara liat lagi tuh film AADC. dan jadi kepingin punya buku ini.
    Ternyata susah carinya yah. Mas boleh dong kalau dibikin PDF scan-nya. Tak bayar deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s