The Grey

Once more into the fray…

Into the last good fight I’ll ever know.

Live and die on this day…

Live and die on this day…

Sebuah pekerjaan di ujung dunia. Pekerjaan membunuh untuk sebuah perusahaan petroleum besar. Aku tak tahu kenapa aku melakukan setengah hal yang aku lakukan. Tapi aku tahu disinilah tempatku, dikelilingi orang-orang sepertiku. Mantan napi, buronan, pengelana, dan bajingan. Orang-orang yang tak pantas bagi umat manusia.

John Ottway. Lelaki yang ditugaskan membunuh serigala yang mengancam keselamatan para pekerja. Serigala yang tak segan membunuh dan memangsa manusia. Jenis hewan yang paling berkuasa dan berada di puncak rantai makanan. Hewan yang mampu bertahan dan berkembang biak di daerah yang paling dingin di ujung dunia. Hewan inilah yang menjadi musuh utama John Ottway dalam film ini.

Awal cerita, pesawat yang ditumpangi para pekerja perusahaan petroleum jatuh karena terkena badai. Dinginnya suhu membuat pesawat yang mereka tumpangi membuat mesin pesawat mati. Sistem navigasi pilot muncul percikan-percikan listrik. Pesawat jatuh. Penumpang yang ada di dalamnya termasuk pilot dan pramugari mati. Hanya tujuh orang yang selamat dari kecelakaan tersebut. Salah satunya adalah John Ottway.

Pesawat jatuh tepat di daerah sarang serigala. Daerah yang tak boleh diusik oleh manusia. Sarang serigala adalah tempat yang berbahaya. Naluri alamiah serigala: jika ada yang berada dalam daerah kekuasaannya, maka ia harus mati. Ketujuh orang ini berjuang demi menyelamatkan hidup. Satu-satunya orang yang tahu dan paham akan cara menghadapi serigala adalah John Ottway. Kali ini John Ottway dihadapkan pada situasi dimana ia harus membunuh tanpa menggunakan senapan. Ditambah lagi ketujuh orang ini berada dalam situasi diburu oleh serigala. Proses perlawanan dan perjalanan ketujuh orang ini menjadi inti dari film ini.

Film ini sepenuhnya fiksi. Fiksi yang berdasarkan cerita pendek “Ghost Walker” karya Ian Mackenzie Jeffers. Saya belum membaca cerita ini secara langsung. Namun dari film ini saya yakin yang dimaksud setan berjalan adalah si Ottway. John Ottway diperankan oleh Liam Neeson. Lelaki dalam film ini digambarkan sebagai sosok yang hidup segan mati pun tak mau. Ia ditinggalkan wanita yang sangat dicintainya karena suatu penyakit. Saya tak paham akan penyakit yang diderita si perempuan. Sosok si perempuan tersebut selalu muncul terus-menerus dalam film ini. Bayangan masa lalu tersebut menjadi kekuatan tersendiri bagi Ottway dalam perjalanan menyelamatkan diri dari kepungan serigala.

Keadaan syok akibat jatuhnya pesawat yang baru mereka tumpangi tiba-tiba harus digantikan dengan keadaan lain yang lebih menakutkan. Salah seorang pramugari yang berhasil selamat dan berteriak minta tolong tiba-tiba diserang kawanan serigala. John Ottway yang kebetulan melihat dan mendengar teriakan pramugari tersebut berusaha untuk menolong. Naas sesampai di TKP, dua ekor serigala berbalik menyerang Ottway. Sontak ia berusaha melawan, beruntung kedua temannya segera menolong.

Manusia terlihat sifat aslinya saat keadaan sedang genting. Ada yang percaya bahwa Tuhan pasti akan menolong. Ada yang percaya bahwa manusia lain akan datang menolong. Ada pula yang percaya bahwa memang ini saatnya mati. Pergulatan emosi inilah yang menjadi kekuatan dalam film ini. Cuaca yang sangat dingin, makanan yang tak ada, beberapa luka akibat kecelakaan pesawat serta keadaan keterkejutan yang luar biasa menjadi faktor yang harus dihadapi ketujuh orang tersebut. John Ottway yang memegang kunci cerita dalam film ini. Pengetahuannya akan cara bertahan hidup dari serigala ganas menjadi pegangan penting untuk keenam orang lainnya.

            Sebuah percakapan menarik terjadi ketika beberapa orang berhasil selamat dari serigala dan tiba di sebuah hutan pinus. Tuhan itu tak nyata, yang nyata adalah rasa dingin yang menusuk, udara yang keluar dari paru-paru dan serigala yang sedang memburu kita. Orang yang mati tak masuk surga atau neraka. Mereka hanya hilang dari bumi ini. Yang nyata adalah kita. Kita yang bertahan hidup dan berjuang untuk tetap hidup. Sikap inilah yang dipercaya oleh Ottway. Beberapa yang lain tak menghiraukan. Sebab keyakinan untuk hidup bagi tiap-tiap orang berbeda-beda. Hanya ada satu hal yang disepakati mereka. Rindu! Kekuatan yang akan membuat orang melewati hidupnya dengan menjalani waktu yang terus berputar. Membuat menit-menit selanjutnya untuk terus bersamanya. Membuat kita berjuang untuk bersama dengan orang yang yang kita rindukan. Hal inilah yang menjadi sesuatu berharga yang dimiliki dan dipertahankan oleh orang-orang yang berjuang dalam film ini.

            Paragraf di atas adalah sebuah sajak yang ditulis oleh Ayah John Ottway. Sajak itu begitu melekat dalam diri Ottway. Ayah Ottway adalah seorang yang dikenal sebagai sosok yang penyayang. Kadangkala ia juga bersikap seperti seorang bajingan. Suka minum-minum, berkelahi dan hal-hal jelek lainnya. Di sisi lain ayahnya adalah seorang yang menyukai sajak. Membaca dan mengutip sajak-sajak dari buku-buku. Sajak di awal paragraf tersebut tergantung dalam ruangan kerja ayahnya. Tergantung dalam sebuah pigura kaca berukuran kecil. Tertulis persis seperti di atas paragraf pembuka. Sebuah sajak yang tak berjudul. Sajak yang akhirnya dibacakan John Ottway saat kematian ayahnya. Sajak yang ditulis sendiri oleh ayahnya.

            Saya tak mengerti arti sebenarnya dari sajak tersebut. Itu pun kalau tiap sajak memang ada arti. Sajak itu menjadi pegangan Ottway dalam menjalani hidup di film ini. Pegangan bahwa hari-hari yang dijalani bisa menjadi sebuah hidup sekaligus sebuah mati. “Live and die on this day” diulang dua kali.

            Satu per satu dari ketujuh orang yang selamat akhirnya mati. Ada yang mati karena diserang serigala. Ada yang mati karena cuaca dingin dan diserang hipoksia: kekurangan oksigen yang menyebabkan manusia perlahan-lahan hilang kesadaran, meracau tentang masa lalu dan akhirnya mati. Hipoksia sering dijumpai pada orang-orang yang tak tahan dengan cuaca dingin dan tempat dengan ketinggian tertentu. Dimana daya tahan tubuh dan usaha untuk mendapatkan oksigen alias bernafas menjadi berbeda-beda untuk setiap orang. Ada pula yang mati akibat tak kuat lagi berjalan jauh, karena luka yang cukup parah pada lutut dan kakinya. Ada yang tenggelam, hanyut dalam sungai hingga kakinya terjepit ke sebuah batu demi menghindari serigala. Ketujuh orang itu tak ada satu pun yang benar-benar selamat.

The Grey; Judul yang sulit saya artikan. Kamus otomatis malah mengartikan grey itu sama dengan gray; abu-abu, kelabu, mendung. Ada yang menarik jika grey ditambahi kata beard; greybeard: pria tua. Apalagi kalau greyhound: sejenis anjing tinggi dan langsing yang biasanya dipakai untuk pacuan. Kalau greyhound ini jelas tak mungkin, sebab dalam film ini sosok hewan yang ditampilkan adalah serigala. Pria tua pun sepertinya tak mungkin mampu bertahan hidup dalam film ini. Mungkin The Grey merujuk pada keadaan kelabu dan mendung. Dalam film ini hanya beberapa adegan saja yang ditampilkan cuaca cerah. Selebihnya gelap, kelabu dan mendung. Barangkali The Grey artinya adalah hidup ini kelabu, mendung dan gelap. Dan manusia harus berjuang dari hal itu semua demi menjalani menit ke menit berlalunya waktu.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s