TED

Dahulu, saat saya sedang asyik-asyiknya berkutat dengan teknologi. Terkhusus pada perangkat komputer, saya pun memutuskan untuk meminta kedua orang tua saya untuk membelikan saya laptop. Dan saya mendapatkannya. Bukan laptop dengan gambar buah tentunya. Mahal! Saya tak cukup berani meminta laptop buah tersebut pada kedua orang tua saya. Keasyikan saya terhadap komputer, sebenarnya sudah dimulai sejak kecil. Sejak saya duduk di kelas 4 SD. Berawal dari games, DOS, hingga perlahan-lahan mengenal apa itu Mirc. Kemudian berlanjut ke era Friendster, Winamps, Jet Audio, hingga saat ini muncul Plurk dan juga Tumblr. Saya tak punya akun jejaring sosial di semua layanan jejaring sosial yang ada. Punya dua sampai tiga saja sudah membuat kepala saya pusing, memikirkan bagaimana harus mengeceknya tiap hari.

Artikel di bawah ini adalah hasil tugas dari Dosen Komputer saya waktu masih menempuh kuliah di Univ. Jember. Tugasnya cukup mudah. Mereview sebuah video TED. Video yang pertama kali saya melihatnya, saya tak mengedipkan mata sedikitpun. Aneh! Apa benar ada alat secanggih itu. Kalaupun ada, tentu saya berpikir keras untuk memilikinya. Video ini sedikit mengusik rasa penasaran saya, soal apakah memang benar: komputer mampu menggantikan manusia dalam meramalkan apa yang akan terjadi esok. Ramalan tersebut keakuratannya bisa mencapai 100%. Tentu para peramal akan sangat kesal bila hal tersebut benar adanya. Hehe. Yang jadi soal lain, apakah setiap orang mampu mengaplikasikan kecanggihan teknologi TED tersebut. Apalagi orang Indonesia, mudah sekali terpengaruh dan gagap terhadap hal yang lagi trend. Duh! Anda bisa melihat sendiri video TED yang saya maksudkan, silahkan cari di mesin pencari yang sering anda gunakan. Berikut hasil tugas saya, dan alhamdulillah saya dapat nilai B. Kok bukan A yah?

Indera Ke-Enam Kah Atau Hanya Aplikasi Dari Canggihnya Komputer

Komputer merupakan salah satu alat pendukung pekerjaan anda. Mereka di desain supaya mudah untuk digunakan dan untuk memenuhi kebutuhan anda. Dahulu orang memandang komputer tidak ubahnya seperti peralatan elektronik lainnya, tapi sekarang orang menggunakan komputer sebagai alat kebutuhan mereka. Dulu komputer digunakan hanya untuk menyimpan data-data, informasi-informasi, sebagai alat hitung, pembuat grafik-grafik, tulisan, tapi sekarang di jaman modern muncul sebagai sesuatu yang lebih selain untuk menyelesaikan sederetan tugas. Komputer modern ini sekarang ‘dipaksakan’ untuk mengalami proses berfikir ketika masukan-masukan data diberikan.

Prediksi akan sesuatu hal ke depan atau sesuatu hal yang belum terjadi, hal ini dapat dilakukan komputer dewasa ini. Tentunya dengan memasukkan input-input data dan informasi akan sesuatu hal. Ini coba dilakukan TED seperti dalam videonya, dengan mini pocket komputer, headset, mini proyektor, kamera serta kertas warna-warni yang dibalut dalam ujung jemarinya.

Sebagai contoh ketika TED memegang sebuah Koran dan diaplikasikan dalam alat-alatnya tersebut membuat seakan-akan Koran tersebut berbicara ibarat layaknya kita menonton televisi. Prediksi inilah yang saya sebut sebagai sixth sense, sebagai contoh badan meteorologi dan geofisika Indonesia (BMG), prediksi cuaca dan iklim yang akan terjadi ketika input-input masukan seperti suhu, pergerakan awan dan lain sebagainya dimasukkan dalam komputer, lalu komputer tersebut mengeluarkan informasi apa yang akan terjadi. Ini pun dikuatkan dalam videonya ted ketika ted memegang koran yang berisi tentang prakiraan cuaca.

Tak bisa dipungkiri memang, komputer tidak perlu berfikir tentang apa yang ia lakukan, ia hanya sekedar mengikuti perintah-perintah yang kita berikan. Masukan-masukan yang kita berikan hanya diproses lebih lanjut oleh sebuah komputer lalu keluarannya merupakan informasi dari masukan-masukan yang kita berikan. Berdasarkan sekumpulan perintah-perintah yang disebut progam inilah komputer berkelakuan seakan-akan mereka cerdas. Hal inilah yang harus kita pisahkan dan patahkan, sebenarnya yang cerdas itu kita bukannya sebuah komputer.

Benang merah yang dapat saya ambil dari video sixth sense ted adalah sebuah prediksi yang lebih nyata dan prosentase kenyataannya tinggi adalah ketika masukan-masukan informasi dan data diberikan ke dalam komputer lalu komputer tersebut mengeluarkan output informasi dan data-data tentang apa yang akan terjadi. Jadi bukan komputernya yang pintar, hanya komputer berperan sebagai alat pengolah informasi yang didapatkan berdasarkan data-data yang diberikan kemudian diolah di progam-progam dalam komputer tersebut. Informasi yang didapatkan akan sangat valid, kemungkinannya bisa mendekati 100%. Percayakah Anda?

Sila anda kunjungi ini

Advertisements